Tampilkan postingan dengan label esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label esai. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2013

Catatan Prof. Faruk


Mistisisme dalam Dunia yang Termediasi 
Kesementaraan dan Keabadian 
dalam Puisi-puisi Alfiyan Harfi

Puisi-puisi Alfiyan Harfi dalam kumpulan ini penuh dengan metafora yang mengejutkan, yang mengimplikasikan ketegangan-ketegangan yang ada dalam hubungan antar manusia maupun antara manusia sebagai mahluk yang fana dengan kau sebagai Yang Abadi. Secara keseluruhan, puisi ini bercerita tentang menyatunya yang imanen dan yang transenden sehingga bisa dikatakan bahwa puisi ini bertemakan mistisisme.

Catatan Kecil: Untuk Yang Mati dan Yang Tak Bisa Mati


bahasa ungkap Alfiyan tidak berbelit, pernyataan dan kenyataan yang dibangunnya disodorkan langsung secara telak dan meyakinkan, tidak ada prosedur bahasa yang menggandakan rima dan irama, apalagi bermain ayunan metafora berlama-lama, berumit-rumit, tapi bukan berarti tidak puitik. Dengan cara itu ia justru sangat puitik, hanya saja puitikanya sangat berbeda dengan kebanyakan penyair muda sekarang yang bertaruh pada lenggang-lenggok metafor dan irama yang kenes menggemaskan, jika bukan menjengkelkan. Puitika Alfiyan tidak tergantung pada “lemak bahasa”, melainkan pada “darah-daging bahasa